Beranda / Berita / Hukum Dan Kriminal / Lagi…Tambang Klaten ada Laka, Operator Alat Meninggal Dunia

Lagi…Tambang Klaten ada Laka, Operator Alat Meninggal Dunia

Kondisi ekskavator yang tertimpa material longsoran tebing di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (3/6/2026). Foto Istimewa.

klatenesia.com / Jatinom – Kecelakaan kerja fatal terjadi lagi di area tambang galian C di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Warga Rembang, inisial AR (38 Tahun) seorang operator ekskavator meninggal dunia setelah alat berat yang dioperasikannya tertimbun longsoran tanah dan bebatuan.

Informasi yang dihimpun, insiden longsor tambang di Klaten tersebut terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB saat korban tengah menjalankan aktivitas penggalian dan pemindahan material menggunakan ekskavator di lokasi tambang.

Longsoran tiba-tiba terjadi dari bagian atas lereng tambang. Material berupa tanah dan bebatuan dalam jumlah besar meluncur ke bawah dan menghantam ekskavator yang sedang dioperasikan korban.

Benturan material longsor menyebabkan kabin ekskavator mengalami kerusakan cukup parah. Korban yang berada di dalam alat berat tersebut tidak sempat menyelamatkan diri sehingga terjebak di dalam kabin.

Rekan-rekan korban yang berada di lokasi kemudian berupaya melakukan evakuasi. Setelah proses penyelamatan berlangsung sekitar dua jam, korban berhasil dikeluarkan dari dalam ekskavator sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung dibawa ke RSUD Pandanaran Boyolali untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sayangnya nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat sejumlah luka yang dideritanya mulai dari bagian kepala hingga kaki setelah tertimpa material longsor tambang tersebut.

Kapolsek Jatinom, AKP Damin, membenarkan peristiwa longsor yang menewaskan operator alat berat tersebut.

“Saat kerja tahu-tahu ada longsor dari atas dan tidak bisa menyelamatkan diri,” jelas Damin saat dihubungi, Kamis (4/6/2026).

Ia juga membenarkan bahwa korban sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia,” katanya. (Adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *